Berbukalah dengan yang Manis

Ramadhan tiba. Saatnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Menahan diri dari segala godaan hawa nafsu. Menahan diri dari rasa lapar dan haus, tidak makan dan tidak minum, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dan tentunya juga dari perbuatan-perbuatan negatif.

Setiap usaha yang kita lakukan pada akhirnya akan mendapatkan hasil. Memuaskan atau tidaknya itu bergantung pada usaha yang kita berikan. Belajar sungguh-sungguh, mempersiapkan diri jauh hari untuk melaksanakan ujian semester, itu juga bentuk usaha kita untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Belum mendapatkan pekerjaan? Tentunya kita juga mesti berusaha. Cari info dimana saja. Tidak hanya duduk diam menanti. Kalau begitu bagaimana kita bisa mendapatkan kerja, mencarinya saja kita tidak mau. Terus apa hubungannya semua ini dengan puasa?

Saat kita berpuasa, itu juga merupakan usaha kita untuk mendapatkan pahala, ridha Allah dan berkah Ramadhan. Menahan diri dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Setiap hari selama satu bulan penuh. Pada akhirnya kita bertemu dengan Idul Fitri atau Zuckerfest (bahasa Jerman). Zucker artinya gula dan Fest artinya perayaan. Bisa dibilang perayaan yang manis seperti gula. Karena memang Idul Fitri itu adalah sesuatu yang manis dan dipenuhi dengan yang manis-manis.

Tetapi ada yang berbeda di Ramadhan tahun ini. Allah memberikan skenario terbaiknya kepadaku, sahabatku dan orang-orang disekitarku. Awal Ramadhan yang tidak pernah kami duga akan terjadi di perantauan. Setelah empat tahun di Jerman, kami merasakan awal Ramadhan yang penuh dengan rasa kekeluargaan. Mungkian kalian sudah ada yang membaca tulisanku sebelumnya. Cerita awal bagaimana manisnya Ramadhan tahun ini. Bagi yang belum bisa dibaca disini.

Selamat Berbuka Puasa
Augsburg, 27 Mei 2017. Kami semua diundang untuk berbuka puasa bersama di rumah Uni Titin dan Om Luqman. Tidak hanya kami tetapi juga ada Tante Vitri, Om Atin, Putri dan Akmal.

Akmal dan Putri

Fiona, Elvi, Shahi, Akmal dan Icyn
Sekitar 20 menit sebelum waktu adzan maghrib kami tiba di kediaman mereka. Rasa syukur langsung terucap saat melangkahkan kaki ke dalam rumah mereka. Semua makanan sudah terhidang. Rezeki dari Allah. Bukan hanya karena makanan semata. Tapi kebahagian saat itu, atmosfer keluarga saat itu yang kami rindukan. Teringat beberapa tahun yang lalu saat masih berkumpul dengan keluarga. Makanan juga terhidang di meja. Papa, Mama dan adik-adik duduk di kursi masing-masing. 


Apple Pie

Bolu Pandan



Ayam Bakar dan Dendeng

Sate
Alhamdulillah doa kita terkabulkan semua. Seseorang diantara kami tiba-tiba berucap seperti itu. Eh ternyata benar juga. Beberapa hari sebelum sampai di Augsburg, mereka pernah berkata kalau mereka ingin makan tahu isi. Alhamdulillah di hari kedua di Augsburg, saat berkumpul di rumah Tante Vitri, ternyata Uni Titin membawa tahu isi. Beberapa jam sebelum pergi kesana, kami juga berpikiran "kayaknya enak kalau kita piknik bersama". Alhamdulillah di sore harinya, di hari itu juga, kami diajak menikmati keindahan perbukitan yang ada di Bayern, tepatnya di Auerberg. Dan kalian tahu hari ini bagaimana? Di hari pertama Ramadhan kami, ada sate Padang yang terhidang. 

Sate Padang :)
Kami bercerita, tertawa bersama. Doa tidak henti mereka berikan untuk kesuksesan kami. Nasehat dan pelajaran hidup yang bisa kami ambil. 

Ternyata kejutan dari Allah tidak berhenti di hari itu. Beberapa saat sebelum kami pulang. Mereka bertanya rencana kami untuk hari esok bagaimana. Jujur aku ucapkan bahwasanya kami ingin pergi ke Kuhsee, danau yang terletak di kota Augsburg. Sebenarnya hari itu menjelang buka puasa di rumah Uni Titin, kami sudah berencana untuk ngabuburit di Kuhsee. Tapi dipending karena tidak punya banyak waktu lagi. Akhirnya kami duduk santai saja di taman.

Kalian tahu keinginan kami selanjutnya yang terkabul? Kami diajak ke Neuschwanstein Castle. Salah satu objek wisata ternama di Jerman dan terletak di Bayern. Sudah lama kami ingin pergi kesana bersama. Sebelumnya aku pergi ke Neuschwanstein Castle bersama Tante Vitri dan keluarga. Tapi kurang lengkap rasanya jika belum bersama mereka, Fiona, Shahi dan Elvi.

Neuschwanstein Castle
Sebenernya malam itu kami diajak ke danau yang lain selain Kuhsee. Ternyata esok harinya, di sore hari, rencana berubah. Kami diajak pergi mengunjungi Neuschwanstein. Alhamdulillah.

Tunggu cerita selanjutnya tentang Neuschwanstein ya :)



1 comment:

  1. wew.. menu berbuka puasa-nya udah kayak lebaran nih .. kakak Icyn :)

    ReplyDelete

The Virtual Friend - Akhirnya Terbit!

[literally as writer] Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tapi, ternyata tidak semua hal yang berhubungan dengan penantian itu me...