@SMPNINE10

Siang itu, di kamar, layaknya gadis-gadis yang tak ada kerjaan, tiduran di kasur dan tak lupa HP pastinya di tangan. Utak atik HP, cek social media, mulai dari BBM, Line, Instagram, Path dan tak lupa Facebook. Yaa semenjak aku disini, Facebook kembali aku gunakan, yang mungkin di daerahku dia tak lagi menjadi social media favorite kawula muda.

Entah kenapa saat itu aku penasaran, grup-grup apa ajasih yang ada di Fb ku, sekalian mau ngerapiinnya juga, keluar dari grup yang tak jelas dan merapikan list pertemanan. Sampailah aku pada pilihan grup ALUMNI SMP 9 PDG 2009/2010. Penasaran dengan grup alumni, akhirnya aku ngescroll sampai ke bawah ngeliatin dan ngebaca setiap postingan yang pernah kita post beberapa tahun lalu. Satu persatu postingan tersebut aku baca, ketawa sendiri, ngakak sendiri dan seketika aku terdiam. Di dalam hati aku berkata, "Sungguh banyak kenangan kita. Sungguh indah saat-saat kita bersama dulu. Kapan yaa kita bisa kumpul lengkap dan tertawa bareng lagi?". Pertanyaan itu memunculkan keinginan untuk mengadakan reuni angkatan. Tapi tak hanya itu sih yang memunculkan ide tersebut, melainkan ketika aku membaca setiap postingan teman-teman yang nanya "Kapan kumpul?", "Gak ada reuni nih?", dsb. ditambah lagi dengan comment "ayuuk" atau "angkatan kita gak kompak" atau "percuma aja ajak ngumpul, karena gak ada yang ngurus", dll. Aku bertanya di dalam hati, "Kenapa yaa reuni gak pernah jadi? Mereka yang benar-benar gak mau atau emang karena gak ada yang mau mengurusnya?". Otomatis aku penasaran dong alasannya apa. Yaudah inisiatif posting di grup yang udah lama gak ada postingan tertera disana dan selama ini jadi tempat promosi Pin BBM yang minta diinvite. 

Awalnya aku post di halaman grup, nanya ke mereka gimana kalu kita ngadain reuni, setuju atau enggaknya. Alhasil seperti layaknya grup yang bisa dibilang udah lama "gak aktif", postingan aku cuma diread dan dilike. Okay, cara ini gak berhasil. Aku masih belum menemukan jawaban dari pertanyaanku tadi. Selanjutnya coba cara lain. Aku putuskan untuk menghubungi mereka satu persatu. Aku cek setiap profil mereka, kirim pesan ke mereka, tanyain pendapat mereka. Kali ini aku chat mereka seolah-olah kita sangat dekat. Sapa nama mereka, nanyain pendapat mereka langsung, seolah-olah mereka orang terdekatku, bukan chat yang umum.

Alhamdulillah dari setiap jawaban yang aku dapat, semuanya memberikan respon negatif dan sekaligus pertanyaan terlontar kepadaku, seperti "Bisa aja sih cyn, tapi kita kan gak punya semua kontak mereka", "Mungkin aja cyn, tapi kita harus cari dan kumpulin kontak teman-teman dulu soalnya udah lama kan kita gak komunikasi", dan banyak lagi. Dengan jawaban seperti itu, aku ngerasa tertantang dan PD. Dalam hati aku berkata, "Okay, kontak yang belum terkumpul. Bisalah aku cari satu-satu. Pasti bisa, tinggal cek anggota grup, bbm, line, instagram dan social media lainnya".

Setelah menjelajahi setiap social media yang aku punya, bahkan melihat setiap pertemanan teman-temanku, mana tau ada tambahan disana yang mungkin belum berteman denganku di social media, Alhamdulillah kurang lebih 100 kontak sudah terkumpul lagi. Seneng banget rasanya saat itu. Setiap hari list teman-teman dulu semakin bertambah. Di pikiranku sudah terbayang betapa indahnya reuni nanti, ketemu mereka, kita berbaur lagi.

Asiknya lagi karena ada diantara mereka yang ingin membantuku, karena gak mungkin aku sendiri yang melakukannya. Akhirnya kita bentuk kepanitiaan yang terdiri dari Penanggung Jawab per kelas, dimulai dari 9.1 sampai 9.7. Dengan bantuan mereka, aku meminta tolong agar mereka mengumpulkan kontak-kontak teman sekelas mereka dulu.

Karena saat itu aku masih berada di Jerman, aku gak bisa dong ikutan rapat dan gak mungkin kalau rapat ketika aku udah di Padang, waktunya gak akan cukup. Aku minta tolong ke mereka untuk rapat dulu sebelum aku sampai di Padang. Darisini aku kirimkan konsep reuni yang aku punya dan giliran mereka yang disana untuk menambahkan konsep tersebut. Aku ingin reuni kali ini kita semua berbaur, gak terpisah-pisah karena kelas atau semacamnya. Oleh karena itu aku ingin kita mengadakan game disaat reuni. Beberapa kali rapat, konsep kita semakin matang dan respon dari teman-teman angkatan gak ada yang negatif. 

Hari pertama nyampe di Padang, di malam harinya, aku bertemu dan berkumpul dengan mereka, teman-teman panitia. Setelah sekian lama, akhirnya kita bertemu juga. Saat itu kita semua masih kelihatan canggung, masih belum menemukan feelnya, maklumlah udah lama. Semakin hari semakin ketemu dan lumayan makin dekat. Tapi ada satu kendala yang kadang membuat kita ragu dengan acara ini, sukses atau enggaknya. Iyuran reuni tak kunjung terkumpul, padahal sebentar lagi hari-H. Malam itu, di hari terakhir pengumpulan dana, kita membagi tugas untuk menjemput iyuran tersebut ke rumah teman-teman. Kita bagi team, wilayah mana saja dan siapa saja yang menjemputnya dan hari itu masih suasana lebaran, pastinya setiap mampir dikasih minum dan kue lebaran dulu hahaha. Saat itu tak hanya untuk menjemput dana reuni, tapi juga silaturahmi.

Kita bekerja keras untuk membuat reuni ini sukses. Di hari-H saat kita bertemu dan berkumpul lagi, aku sangat bahagia bisa melihat mereka. Senyum mereka, tawa mereka. Hari itu aku puas banget karena acara kita sukses. Salah satu kenangan terindah yang aku dapatkan saat berlibur ke Padang dan itu membuatku akan selalu mengadakan reuni, walau tanpa aku.

*Terkadang aku heran sih dengan diriku sendiri. Kenapa gitu mau ngumpulin kontak temen yang banyak, susah-susah mencarinya, sibuk-sibuk sendiri dan bahkan membuat rekap data alumni. Aneh sih kadang, entahlah aku sendiri juga gak tau kenapa. Yang jelas aku senang aja ngelakuinnya dan pengen suatu saat nanti kita semua seangkatan benar-benar bisa ngumpu lengkap. Bagi teman-teman yang baca tulisanku ini, yang merasa bagian dari kita, yuuk kita kumpul lagi, comment disini atau hubungi aku yaa supaya dimasukan ke grup lagi :)



2 comments:

  1. Ayo reunian lagi, Terima Kasih yang sangat luar biasa buat seluruh panitia dan juga Ketua panitia yang mau meluangkan waktunya meski berbeda negara, tapi jiwa sosialnya pantas ditiru.
    Semoga reunian yang akan datang lebih baik lagi dan juga kepanitian yang baru. Sehingga kita bisa saling bekerja sama.

    ReplyDelete

The Virtual Friend - Akhirnya Terbit!

[literally as writer] Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tapi, ternyata tidak semua hal yang berhubungan dengan penantian itu me...