Kapanpun dan Diamanapun, Aku Belajar

Waktu memang cepat sekali berputar. Tak disangka sudah dua tahun aku hidup di benua biru ini, di jantung Eropa. Yaa dialah negara kedua ku, Jerman!!

Sedikit cerita kenapa aku bisa sampai disini? Why not?! Sejak kelas 1 SMA aku memang sudah tertarik untuk melanjutkan studi ke Jerman. Tapi dalam 2 tahun berikutnya, aku sudah tak tertarik lagi, aku ingin melanjutkannya ke pulau Jawa. Maih aja sih pengen merantau HAHA. Tapi di tahun ketiga SMA, aku mendapatkan info kembali tentang kuliah di Jerman. Tertarik dengan semua yang dipresentasikan oleh agen membuatku meneruskan info itu kepada kedua orangtuaku. Tak disangka mereka pun tertarik. Tetapi bukan berarti mereka langsung mengizinkan ku untuk kuliah disana. Dengan pemikiran yang matang, mencari info kesana kemari, akhirnya mereka memberi ku izin. Awalnya aku sempat degdegan, hatiku berkata " Hei... ini kan tanggung jawabnya besar banget, sendiri disana tanpa mereka, dan pastinya harus sukses dan membuat mereka bangga. Apa aku bisa?? Bahasanya kan bukan bahasa Indonesia lagi. Really?! ".

Berjuang sendirian di negeri ini, tanpa keluarga, memang tak seindah dan segampang yang dibayangkan. Aku berangkat kesini bersama teman-temanku. Awalnya kita tinggal di Achen, salah satu kota kecil di NRW. Ituloh kota dimana dulunya pak Habibie kuliah. Kita tinggal di apartment yang sama kurang lebih 6 bulan. Kita belajar bahasa di salah satu sekolah bahasa, berjuang untuk mendapatkan sertifikat bahasa. Yaa karena kita membutuhkan sertifikat itu untuk bisa belajar di Studienkolleg.

Studienkolleg apaan?! Studienkolleg ibaratnya seperti sekolah penyetaraan gitu. Jadi mahasiswa yang bukan dari Jerman harus mengikuti Studienkolleg dulu. Normalnya itu 2 semester.

Alhamdulillah aku bisa tamat Studienkolleg tepat 2 semester. Wow... how happy I am :) Gak nyangka, akhirnya bisa tamat juga. Percaya gak percaya sih awalnya haha. Setelah dapat ijazah, aku daftar ke 10 Universitas dan pada akhirnya aku memutuskan untuk kuliah di Universitas Augsburg. Yaa universitas ini berada di kota Augsburg (Bayern).

Apakah semuanya semudah itu sehingga aku bisa berkuliah disini? Nooo it's not easy :")

Banyak hal yang telah aku pelajari disini, dan mungkin jika aku tetap berada di Indonesia aku tidak bisa mendapatkannya.

Aku mengerti pentingnya keluarga. Aku menyesal dulunya tidak menghabiskan banyak waktu bersama adik-adik dan keluarga ku yang lain. Aku menyesal dan sedih, kenapa sih dulu aku tidak sering bermain bersama adik-adikku, kenapa sih aku sering berantem. Yaa memang sih yang namanya adik kakak, saudara, ada berantem-berantemnya. Tapi disini aku merindukan mereka. Gak ada lagi yang aku panggil-panggil, aku gak mendengar suara mereka lagi, teriakan mereka, tawa mereka bahkan tangisan mereka. Oh my god, I really miss them. Dulu aku malah sering nongkrong bareng teman-teman. Sekarang aku sadar bagaimana seharusnya aku "bermain" bersama waktu. Menghargai waktu, karena semua itu gak akan pernah terulang lagi. Aku paham tentang keluarga, tentang waktu dan tentang rindu.

Disini aku belajar untuk menjadi dewasa dan gak maja lagi. Ternyata selama ini aku bisa dibilang cewek manja. Disini aku mengatur dan mengurusnya sendiri. Mulai dari makan, belanja, masak, belajar, nyuci, dsb. Bayar semuanya sendiri dan mengatur keuangan sendiri. It's look like I life alone. Yap memang bener sih sendiri. Kalian mungkin gak bisa ngebayangin saat-saat dimana hal yang bisa kalian lakukan hanya berdoa, berharap pertolongan Allah. Dapat masalah satu per satu, kehabisan duit, kerja, perpanjang visa. Kayaknya gak mungkin banget bisa nyelesaiin semua masalah ini sendirian, apalagi semuanya datang di waktu yang bersamaan. Mau cerita ke siapa?? Orangtua? Mereka jauh, kita cuma bisa saling bercerita dan saling menyemangati. Teman? Masalah mereka juga tak jauh beda dari kita.

Disinilah, aku benar-benar merasa, semuanya hanya kepada Allah. Disini aku merasakan langsung bahwa Allah memang selalu ada. Aku lebih mendalami agama ku, ku ceritakan semuanya ke Allah. Alhamdulillah aku mendapatkan semuanya, jika itu bukan yang aku inginkan, aku menyadari hikmah dibalik itu dan mungkin itu memang bukan yang terbaik. Aku lebih berpikiran positif dan gak mudah menyerah. Yaa yuo must be a strong girl!!

Bgaimana sekarang? Apa semuanya baik-baik saja? Belum :) Tiap hari cari lowongan kerja, daftar kesana kemari, ikut interview. Itu semua demi sebuah pekerjaan dan pastinya punya alasan dan tujuan penting. Aku ingin berpenghasilan sendiri, yang nantinya aku bisa membiayai semuanya sendiri dan bisa mengirimkannya sedikit untuk orangtua ku. Aku sadar betapa sulitnya mendapatkan uang. Dulu tinggal minta ke mama papa, "Maa aku mau ini, Paa aku mau ini" . Gak dikasih? Nangis, ngambek, marah. Tapi disini aku sadar maa paa, gak seharusnya aku bersikap seperti itu. Maafkan aku :") Aku juga mendaftar untuk beasiswa, yang nantinya bisa aku tabung dan bisa membiayai sekolah adik-adikku. Aku ingin sekali meringankan beban kedua orangtuaku. Aku tak ingin cuma mereka yang merangkul semua ini.

Maa Paa, banyak hal yang aku pelajari disini, terlebih tentang hidup. Aku harus berhasil demi kalian dan adik-adik. Tak ingin semuanya sia-sia :")



No comments:

Post a Comment

The Virtual Friend - Akhirnya Terbit!

[literally as writer] Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tapi, ternyata tidak semua hal yang berhubungan dengan penantian itu me...